Jokowi Menduga Isu Ijazah Palsu hingga Pemakzulan Gibran Bermuatan Politik

Dalam pernyataan di Solo, Jokowi menyebut dua isu yang menyerang dirinya dan Gibran sebagai taktik politik untuk menjatuhkan reputasi jelang transisi kekuasaan.

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 15 Juli 2025 - 07:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Presiden Joko Widodo. (Dok. presidenri.go.id)

Mantan Presiden Joko Widodo. (Dok. presidenri.go.id)

MANTAN Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (14/7/2025) mengemukakan kecurigaannya terkait sejumlah peristiwa yang dialaminya dan keluarganya.

Termasuk soal isu ijazah palsu yang menimpanya dan wacana pemakzulan terhadap Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Dalam pernyataan yang disampaikannya di kediaman pribadi di Sumber, Solo Jokowi menyebut masalah tersebut merupakan bagian dari agenda politik besar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Presiden RI ke-7 itu menyebut kedua isu tersebut tampak sebagai strategi yang dirancang untuk merusak reputasi politik keluarga di tengah suhu politik nasional yang terus meningkat.

“Perasaan politik saya mengatakan ada agenda besar politik untuk menurunkan reputasi politik, untuk men-downgrade,” ujar Jokowi kepada wartawan.

Jokowi juga menyinggung secara khusus bahwa pemakzulan Gibran, yang tidak lain adalah putra sulungnya, tidak dapat dilepaskan dari rangkaian isu yang sama.

“Termasuk itu (isu pemakzulan) jadi ijazah palsu, pemakzulan Mas Wapres, saya kira ada agenda besar politik,” tambahnya.

Kecurigaan Jokowi disampaikan di tengah laporan bahwa penyidikan dugaan ijazah palsu atas namanya telah meningkat tahapannya.

Sebuah laporan investigasi menulis, “Kasus ijazah palsu Jokowi kini naik ke tahap penyidikan,” mengutip pernyataan relawan Jokowi yang menyambut perkembangan itu.

Meski demikian, Presiden menyatakan bahwa ia memilih merespons semua isu tersebut dengan tenang.

“Ya buat saya biasa-biasa aja lah dan biasa, ya bisa,” katanya, menutup pernyataannya di hadapan media.

Tuduhan Ijazah Palsu dan Eskalasi Wacana Pemakzulan Gibran

Isu dugaan ijazah palsu terhadap Jokowi sebenarnya bukan kali pertama mencuat ke ruang publik.

Beberapa aktivis hukum dan kelompok oposisi sudah sejak lama mempertanyakan keabsahan dokumen pendidikan Presiden

Namun, pada pertengahan 2025, penyelidikan resmi kepolisian tampaknya memasuki tahap yang lebih serius.

Relawan Jokowi merespons perkembangan ini dengan menyebut tuduhan tersebut “tidak berdasar” namun tetap mewaspadai dampaknya terhadap opini publik.

Sementara itu, di parlemen, wacana pemakzulan Gibran mulai dibicarakan oleh sejumlah fraksi kecil yang mempertanyakan legalitas pencalonan Gibran pada pilpres lalu yang diduga cacat prosedur.

Peneliti politik dari CSIS Indonesia, Arya Fernandes, menilai kedua isu ini menunjukkan pola serangan politik yang terkoordinasi.

“Ini lebih dari sekadar noise politik biasa. Ada keteraturan dalam narasi yang menyerang Presiden dan Wapres dalam waktu bersamaan,” ujarnya.

Suhu Politik Nasional Meningkat Menjelang Transisi Kekuasaan

Pengamat menyebut tuduhan terhadap Jokowi dan Gibran muncul di tengah situasi politik yang kian dinamis.

Pasca-pemilu presiden dan legislatif, koalisi pemenang tengah menghadapi perpecahan internal, sementara oposisi mencoba merebut kembali panggung dengan menyerang kredibilitas para pemimpin petahana.

Dalam beberapa minggu terakhir, unjuk rasa kecil-kecilan di Jakarta dan Solo menuntut transparansi pemerintah terkait isu ijazah Presiden mulai bermunculan.

Tagar #IjazahPalsuJokowi kembali menjadi trending topic di media sosial.

Kepala Pusat Studi Politik Universitas Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, dalam pernyataannya menyebut bahwa masyarakat harus waspada terhadap penggunaan isu hukum untuk kepentingan politik praktis.

“Jika tuduhan tidak didukung bukti kuat, ini justru dapat merusak kualitas demokrasi kita,” ujarnya.

Jokowi Memilih Merespons dengan Sikap Tenang dan Terukur

Meski mengaku mencium adanya agenda politik besar, Jokowi menegaskan bahwa ia akan menghadapi semua proses hukum dan politik dengan kepala dingin.

“Ya biasa saja, sudah kami hadapi sejak dulu,” katanya kepada wartawan.

Sikap tenang juga diamini oleh sejumlah loyalisnya yang menyebut bahwa isu seperti ini tidak lebih dari taktik lawan politik yang sudah lazim terjadi pada masa-masa pergantian kekuasaan.

Namun, l tetap akan memantau perkembangan penyidikan kasus ijazah dengan seksama dan meminta masyarakat untuk tidak terprovokasi oleh narasi yang tidak terverifikasi.***

Sempatkan untuk membaca berbagai berita dan informasi seputar ekonomi dan bisnis lainnya di media Harianindonesia.com dan Sawitpost.com.

Simak juga berita dan informasi terkini mengenai politik, hukum, dan nasional melalui media Hello.id dan Haiidn.com.

Informasi nasional dari pers daerah dapat dimonitor langsumg dari portal berita Apakabarjateng.com dan Jabarraya.com

Untuk mengikuti perkembangan berita nasional, bisinis dan internasional dalam bahasa Inggris, silahkan simak portal berita Indo24hours.com dan 01post.com.

Pastikan juga download aplikasi Hallo.id di Playstore (Android) dan Appstore (iphone), untuk mendapatkan aneka artikel yang menarik. Media Hallo.id dapat diakses melalui Google News. Terima kasih.

Kami juga melayani Jasa Siaran Pers atau publikasi press release di lebih dari 175an media, silahkan klik Persrilis.com

Sedangkan untuk publikasi press release serentak di media mainstream (media arus utama) atau Tier Pertama, silahkan klik Publikasi Media Mainstream.

Indonesia Media Circle (IMC) juga melayani kebutuhan untuk bulk order publications (ribuan link publikasi press release) untuk manajemen reputasi: kampanye, pemulihan nama baik, atau kepentingan lainnya.

Untuk informasi, dapat menghubungi WhatsApp Center Pusat Siaran Pers Indonesia (PSPI): 085315557788, 087815557788.

Dapatkan beragam berita dan informasi terkini dari berbagai portal berita melalui saluran WhatsApp Sapulangit Media Center

Berita Terkait

Pidato Politik Pertama Sugiono Usai Jadi Sekjen Gerindra, Tegaskan Loyalitas
Prabowo Subianto Kunci Struktur Gerindra 2025–2030 di Tangan Sendiri
Anies Baswedan: Pembenahan Sistem Hukum Mendesak Setelah Vonis Lembong
Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release
Tim Pembela Ulama dan Aktivis Minta agar Tunjukkan Ijazah UGM, Ini Jawaban Jokowi Secara Langsung
Silaturahmi Idul Fitri, Akhirnya Prabowo Subianto Bertemu dengan Megawati Soekarno Putri 2,5 Jam
Putra Presiden Prabowo Bertemu dengan Megawati Soekarnoputri, Ini Tanggapan Gibran Rakabuming Raka
DPR Sebut Draf RUU TNI yang Ditolak di Media Sosisl Berbeda dengan yang Dibahas Bersama Pemerintah

Berita Terkait

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 08:21 WIB

Pidato Politik Pertama Sugiono Usai Jadi Sekjen Gerindra, Tegaskan Loyalitas

Sabtu, 2 Agustus 2025 - 06:46 WIB

Prabowo Subianto Kunci Struktur Gerindra 2025–2030 di Tangan Sendiri

Senin, 21 Juli 2025 - 14:12 WIB

Anies Baswedan: Pembenahan Sistem Hukum Mendesak Setelah Vonis Lembong

Selasa, 15 Juli 2025 - 07:10 WIB

Jokowi Menduga Isu Ijazah Palsu hingga Pemakzulan Gibran Bermuatan Politik

Senin, 28 April 2025 - 07:47 WIB

Lakukan Perbaikan Citra dan Pulihkan Nama Baik, Beginilah 5 Jalan yang Dilakukan oleh Press Release

Berita Terbaru